Wisata Bali Barat
BALIBARATBali Barat adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.
TAMAN NASIONAL BALI BARAT
|
Taman Nasional Bali Barat terdiri dari berbagai habitat hutan dan sabana. Di tengah-tengah taman ini didominasi oleh sisa-sisa empat gunung berapi dari zaman Pleistocene, dengan gunung Patas sebagai titik tertinggi di tempat ini.
Sekitar 160 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi di taman nasional ini. Hewan-hewan seperti Banteng, Rusa, lutung, kalong dan aneka burung. Taman Nasional Bali Barat merupakan tempat terakhir untuk menemukan satu-satunya endemik Bali yang hampir punah, Jalak Bali di habitat aslinya.
PANTAI MEDEWI
|
Seperti halnya pantai Kuta, Pantai Medewi cocok untuk tempat surfing karena ombaknya yang panjang. Dari sini dapat menikmati sunset yang indah. Kini pantai ini telah menjadi pilihan favorit terutama bagi wisatawan manca negara karena tidak begitu ramai dan suasana pantainya bagus.
Setelah lelah menikmati keindahan pantai ini, anda dapat beristirahat di beberapa hotel yang tersedia di sekitar pantai. Untuk urusan kuliner, restoran yang cukup reprentatif bagi wisatawan manca negara pun siap menghidangkan makan siang dan malam anda.
Wisata Bali Timur
BALI TIMUR
|
Jika Anda ingin mencari senang di Pulau Dewata, datang saja ke Bali
bagian selatan. Di sana ada ingar-bingar Kuta, Legian, hingga pusat
Kota Denpasar. Namun, apabila ketenangan yang Anda inginkan, pergilah ke
Bali bagian timur. Mulai dari tempat peristirahatan, obyek wisata
bernuansa spiritual dan sejarah, hingga aktivitas wisata bahari tersaji
di depan mata. Sudah sedemikian lama Bali bagian timur dan utara berada
di bawah bayang-bayang Bali bagian selatan, maupun kawasan wisata lain di Bali, seperti Ubud dan Kintamani, di Bali bagian tengah.Padahal, Bali bagian timur punya sejumlah kawasan wisata
yang tidak saja elok panoramanya, tetapi juga punya cerita yang tak
kalah dibandingkan dengan kawasan wisata lain yang lebih mendunia,
seperti Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, dan Pura Uluwatu. Di sana antara
lain ada Pura Besakih, yang merupakan pura terbesar di Bali, serta tiga
istana air (Tirta Gangga, Jungutan, dan Taman Ujung) yang kental dengan
nuansa sejarah, berupa taman dan bangunan di atas air yang dibangun oleh
Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut, sekitar tahun 1919. Meski
harus diakui panoramanya tidak seelok Kuta dan Nusa Dua yang termasyhur
karena bibir pantainya yang panjang dan berpasir putih, kawasan
Candidasa, sebuah kawasan wisata di Manggis, Karangasem, dengan 300
kamar hotel kelas bintang dan 400 kamar hotel kelas melati, akan
menyuguhi wisatawan yang menginap di sana pemandangan lautan di Selat
Lombok yang khas. Perairan di sekitar gugusan itu menjadi pusat kegiatan
wisata bahari, tentu saja dilengkapi kawasan yang sudah lebih dulu
dikenal, yakni Amed dan Tulamben, dua kawasan di ujung timur Pulau Bali.
Bupati Karangasem I Wayan Geredek, kepada Kompas di kawasan wisata
Candidasa, sehari setelah hari raya Nyepi 2008, mengakui selama ini
Karangasem belum dikenal oleh wisatawan domestik ataupun mancanegara.
Bahkan, daerah di ujung timur Bali itu seperti terlupakan dalam promosi
pariwisata Bali maupun nasional. ”Lihat saja tanda penunjuk jalan atau
area wisata, daerah di Bali bagian timur tidak pernah tercantum di
sana,” kata Geredek melukiskan daerahnya. Data Badan Pariwisata Bali
tahun 2007 mencatat, tingkat hunian hotel di kawasan Candidasa baru
sekitar 50 persen, jauh di bawah kawasan lain di Bali yang bisa mencapai
90 persen sepanjang tahun.elabuhan kapal pesiar Salah satu momentum
yang tengah ditunggu pemerintah kabupaten dan pelaku pariwisata di
Karangasem untuk mengoptimalkan kepariwisataan di sana adalah
pembangunan pelabuhan kapal pesiar bertaraf internasional yang
diharapkan selesai semester pertama tahun 2009. Pelabuhan itu terletak
di Labuhan Amuk, Manggis, sekitar 5 kilometer arah barat kawasan
Candidasa. Kawasan itu bersebelahan dengan pelabuhan penyeberangan
Padangbai. Menurut Geredek, pelabuhan itu kelak diharapkan dapat secara
nyata mengangkat dunia pariwisata Bali bagian timur
DESA KINTAMANI
Kintamani ialah sebuah kawasan wisata pemadangan alam di Bali, Indonesia. Potensi wisata
kawasan ini adalah pemandangan kawasan pegunungan yang sangat unik dan
menakjubkan. Setelah kira-kira 2 jam perjalanan dari kota Denpasar kita
akan sampai di kawasan ini, tepatnya di tempat yang disebut penelokan,
yang sesuai dengan namanya dalam bahasa Bali yang
berarti tempat untuk melihat-lihat merupakan lokasi yang paling
strategis untuk menikmati pemandangan alam di kawasan wisata ini.
Penelokan terletak di wilayah Desa Kedisan, salah satu desa di Kecamatan
Kintamani.
DESA PENGLIPURAN
Di tengah derasnya pertumbuhan pariwisata dan perkembangan perkotaan, suatu daerah di Bali,
sebuah pemukiman mampu mempertahankan tradisi berumur ratusan tahun
untuk hidup berdampingan dengan gemerlap dunia modern. Itulah Desa Adat
Penglipuran.Berlokasi di kabupaten Bangli, sekitar 45 km dari Denpasar,
Desa Adat Penglipuran sudah ada sejak 700-an tahun yang lalu, yaitu pada
zaman kerajaan Bangli. Penduduk dari daerah Bayung Gede di Kintamani
pindah ke tempat desa ini berada sekarang. Nama Penglipuran sendiri
berasal dari kata Pengeling Pura yang berarti tempat suci untuk
mengingat para leluhur. Segala pengembangan fisik desa dan pengembangan
budayanya masih mengacu pada tanah leluhur yang masih ada di Bayung.
Bahkan untuk berbagai upacara adat tertentu masih harus memohon restu ke
tanah leluhur tersebut.
Bali. Kertagosa salah satu objek wisata yang terletah di tengah – tengah Kota Kabupaten Klungkung, Bali,
kira-kira 40 km ke arah timur dari Denpasar. Kertagosa merupakan tempat
permbahasan segala sesuatu yang bertalian dengan situasi keamanan,
kemakmuran serta keadilan wilayah kerajaan Bali.Kertagosa terdiri dari
dua buah bangunan (bale) yaitu Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang. Disebut
Bale Kambang karena bangunan ini dikelilingi kolam yaitu Taman Gili.
Keunikan Kerta Gosa dengan Bale Kambang ini adalah pada permukan plafon
atau langit-langit bale ini dihiasi dengan lukisan tradisional (gaya
wayang). Fungsi dari kedua bangunan terkait erat dengan fungsi
pendidikan lewat lukisan-lukisan wayang yang dipaparkan pada
langit-langit bangunan. Cerita yang di lukiskan adalah tentang Tantri
kemudian tentang cerita Bima Swarga yang banyak sekali memperlihatkan
tentang hukum karma phala, serta cerita tentang penitisan kembali
(reinkarnasi) ke dunia karena perbuatan dan dosa-dosanya
Pura Goa Lawah Merupakan Salah Satu Kahyangan Jagat dan objek wisata di Bali,
yang merupakan perpaduan antara laut dan gunung yang mengandung suatu
rasa terimakasih ke Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi Girinatha
sebagai pelindung gunung dan baruna sebagai penguasa laut.Pura Goa Lawah
terletak sekitar 49km dari Kota Denpasar tepatnya di Kecamatan
Dawan,Klungkung atau sekitar 10km sebelah timur Kota Semarapura.Tidak
diketahui pasti siapa pendiri dan kapan didirikannya Pura Goa Lawah ini
tetapi pura ini diperkirakan didirikan oleh Mpu Kuturan pada abad
ke-11.Pura yang dihuni oleh ribuan kelelawar ini termasuk sebagai
Kahyangan Jagat atau Sad Kahyangan.
Candi Dasa adalah sebuah tempat
peristirahatan atau resor yang terletak di kabupaten Karangasem, Bali.
Daerah ini jaraknya kurang lebih 90 km di sebelah timur laut Denpasar.
Dari Candi Dasa untuk menuju Tenganan jaraknya hanya kira-kira 10
kilometer.Candi Dasa terletak di Teluk Amuk yang merupakan salah satu
tempat terkenal untuk menyelam. Pulau-pulau kecil di Teluk Amuk (Gili
Tepekong, Gili Biaha, Gili Mimpang) menawarkan pengalaman menyelam yang
menakjubkan. Namun, para pemandu penyelaman di sana harus memperingatkan
para penyelam yang dipandunya untuk sangat berhati-hati karena arus
tempat penyelaman yang sangat kuat dan seringkali tak bisa diperkirakan
kehadirannya. Efek arus dapat dengan mudah membuat panik para penyelam.
Oleh karena hal ini beberapa lokasi dinyatakan sebagai tempat yang
berbahaya untuk penyelam pemula.
TIRTA GANGGA
Tirtagangga terletang pada daerah 1,2
hektar yang terdiri atas tiga kompleks. Kompleks pertama yakni pada
bagian paling bawah dapat ditemukan dua kolam teratati dan air mancur.
Kompleks kedua adalah bagian tengah dimana dapat ditemukan kolam renang;
sementara, pada bagian ketiga, yakni kompleks ketiga, kita dapat
menemukan tempat peristirahatan raja.Sebelum konstruksi Tirtagangga,
terdapat sumber mata air besar di daerah ini; sehingga masyarakat
setempat menyebut daerah ini “embukan” yang artinya mata air.
TAMAN SUKASADA UJUNG
Taman Soekasada Ujung telah diumumkan sebagai objek wisatabudaya
mengingat dianggap sebagai satu dari warisan budaya yang ada di
Kabupaten Karangasem.Kompleks Taman Soekasada Ujung merupakan kombinasi
dari arsitektur Bali dan Eropa. Terdapat tiga kolam besar dan luas di
daerah ini. Di tengah kolam utama, terdapat bangunan yang menghubungkan
sisi-sisi kolam dengandua jembatan.
Kiat Liburan & Jalan-jalan Murah di Bali
December 8th, 2011 by wisatabali
Seorang
teman dari seberang pulau, ingin sekali mengunjungi Bali. Tapi karena
berniat beramai-ramai dengan teman-temannya, dia urung menginap di
tempat saya. Akhirnya dia minta bantuan saya agar dapat berliburan ke
Bali, tanpa harus mengeluarkan biaya banyak.
Riset
sana-sini, akhirnya saya dapatkan beberapa kiat, agar teman saya itu
bisa berliburan murah meriah di Pulau Dewata. Nah, berikut kiat-kiatnya,
barangkali berguna bagi Anda yang merencanakan liburan akhir tahun ini
ke Bali. Simak baik-baik deh!
1. Tiket Pesawat
Sebaiknya
anda booking tiket pesawat jauh-jauh hari. Manfaatkan harga promosi
dari setiap maskapai penerbangan. Tidak mau repot harus ngecek harga
pesawat satu per satu? Masuklah ke Wego.com,
terus cari Datawise Pencari Tiket. Masukan daerah asal dan daerah
tujuan, dan jrengjrengjreng.!!! Anda akan disuguhi berbagai jenis harga
dari puluhan maskapai. Sekarang? Booking pesawatnya secepatnya, jangan
sampai harga promonya habis.
Satu
lagi, kenapa harus booking tiket pesawat jauh-jauh hari?
Pertimbangannya jika anda sudah terlanjur membeli tiket pesawat, itu
akan memacu adrenalin anda agar bisa melakukan perjalanan. Artinya anda
pelan-pelan mengalokasikan dana anda untuk perjalanan Anda.
Sederhananya, karena takut uang untuk beli tiket hangus, maka anda
berusaha sekuatnya agar bisa melakukan perjalanan sesuai dengan tanggal
berlakunya tiket. Begitu, bro!
2. Akomodasi
Di
Bali ada ratusan akomodasi murah. Mulai harga seratus ribuan ada. Tapi.
Ingat, ada tapinya. Biasanya bangunannya tua. Baunya suka apek, dan
berada di gang-gang yang agak sempit di seputaran Gang Poppies Kuta dan
sekitarnya. Biasanya bangunannya berarsitektur Bali dan menyatu dengan
rumah pemiliknya.
Terus? Mau hotel murah dengan gaya zamannya kalian saat ini? Coba deh buka GrandmasHotels.com. Harga kompetitif, bahkan bisa dibilang murah banget dengan fasilitas setara bintang lima. GrandmasHotels.com adalah hotel bintang dua yang baru dibuka September 2011 lalu. Dan masih ada 4 hotel lagi yang akan buka di tahun 2012.
GrandmasHotel
menjadi pilihan saya, karena harganya yang murah, yang mengutamakan
kualitas tidur anda. BUkan seperti hotel bintang lima dengan harga
selangit, dengan fasilitas yang tidak anda gunakan. Misalnya lapangan
tenis, kolam renang dan sebagainya.
Jadi, untuk anda yang sudah booking tiket pesawat, sekarang meluncur ke websitenya GrandmasHotels.com, dan lakukan reservasi mumpung masa promosi!
3. Transposrtasi
Penting!
Ingat, ini penting. Di Bali, transportasi umum yang memadai itu cuma
Trans Sarbagita. Rutenya? Cuma Batubulan - Nusa Dua. Jangan berharap
anda ketemu angkot atau becak yang akan mengantar anda berkeliling.
Sedangkan obyek wisata satu dengan lainnya lumayan jauh.
Lha, terus? Cobalah masuk ke TheBaliDriver.com.
Dengan Rp. 400 ribu sehari untuk maksimum 7 orang penumpang, anda akan
diajak berkeliling sesuai dengan keinginan Anda. Dengan sopir
bersahabat, kendaraan full-AC, bensin, ongkos parkir, uang makan sopir.
Semua sudah ditanggung. Anda tinggal naik ke mobil dan nikmati
perjalanan Anda. Setel iPod Anda, dan nikmati musikmu sepanjang
perjalanan.
4. Makan
Makan
enak itu tak harus masuk ke Kudeta atau Rockbar yang harganya bisa
untuk uang makan sebulan penuh. Masuklah ke warung makan tradisional
yang banyak menyediakan masakan Bali. Mulai dari Jimbaran dengan ikan
bakar, warung ayam ibu mangku, ayam betutu. Bagi non muslim juga harus
mencoba babi guling atau iga bakarnya Naughty Nuris. Harga makanan
tradisional bervariasi antara Rp. 20.000 sampai Rp. 100.000.
Oke, cukup sekian untuk kali ini. Nanti saya sambung dengan kiat-kiat yang lain.
Empat Hari Menjelajah Bali (Hari Pertama)
May 22nd, 2008 by wisatabali
Ini kali pertama saya melakukan perjalanan selama empat hari
penuh dan benar-benar menempatkan posisi saya sebagai seorang wisatawan
atau turis. Meski saya sebenarnya bertindak sebagai pemandu wisata saat
itu, tapi saya ingin larut dengan suasana tamu saya. Sebelumnya, jika
saya melakukan perjalanan di seluruh Bali, saya selalu berperan sebagai
pemandu wisata. Jadi tidak menikmati perjalanan sebagai mana layaknya
seorang wisatawan.
Dan ternyata, mejelajahi Bali memang tidak ada habisnya. Waktu empat hari memang terlalu pendek untuk bisa menjelajah tempat-tempat terbaik dan atraksi-atraksi wisata terhebat di Pulau Dewata.
OK, kita mulai saja perjalanan kita.
Hari Pertama
Tari Barong di Batubulan
Berawal dari mejmeput tamu saya di sebuah hotel bintang lima di Kuta sekitar jam 9 pagi, kami memulai perjalanan di hari pertama untuk mengujungi pertunjukan tari barong di daerah Batubulan, berada di antara perbatasan Kota Denpasar dan Kabupaten Gainyar.
Tari barong sebenarnya merupakan tarian yang disakralkan oleh masyarakat Hindu Bali. Tari barong merupakan salah satu tari “Bebalian”, yaitu tari pelengkap upacara keagamaan Hindu di Bali. Sedangkan tari yang memang dikhususkan sebagai sarana hiburan disebut dengan tari “Bebalihan atau Bali-balihan”.
Tari barong mengisahkan peperangan yang terjadi antara barong melawan rangda. Barong merupakan simbol dari kebaikan sedangkan Rangda merupakan simbol dari kejahatan. Secara simbolik tarian ini menggambarkan peperangan antara kebenaran/kebaikan melawan kejahatan, dimana akhirnya pihak kebaikan yang menang.
Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.
Untuk menarikannya Barong ini diusung oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk / Juru Bapang, satu penari di bagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat dan ekornya. Tari Barong Keket ini melukiskan tentang pertarungan kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma) yang merupakan paduan yang selalu berlawanan (rwa bhineda). Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.
Sementara, saya tidak akan utarakan urutan tariannya di sini, karena terlalu panjang. Lain waktu akan saya bahas mengenai runtutan dari tari barong ini.
Batik Artshop
Perjalanan berlanjut mengunjungi artshop batik juga masih di daerah Batubulan. Di sini kita melihat bagaimana proses pembuatan batik, dari mulai menenun kain, melukis pola batik, menggambar batik dengan tinta khusus, sampai proses penyelesaian akhir hingga menghasilkan kain batik dengan beraneka corak dan warna. Juga dapat membeli beraneka ragam pakaian dan aksesoris berbahan dasar batik di sini.
Kerajinan Emas & Perak Celuk
Dari kerajinan batik perjalanan kami berlanjut untuk melihat kerajinan emas dan perak yang berada di daerah Celuk, cuma sekitar 10 menit ditempuh dari pusat kerajinan batik tadi. Seperti halnya kerajinan batik tadi, disini juga dapat dijumpai bagaimana proses peleburan perak menjadi perhiasan yang memukau. Dan tentu belum lengkap jika belum membeli beberapa oleh-oleh sebagai kenang-kenangan disini.
Belum selesai….. lanjut besok ya!! Ngantuk neh…
Dan ternyata, mejelajahi Bali memang tidak ada habisnya. Waktu empat hari memang terlalu pendek untuk bisa menjelajah tempat-tempat terbaik dan atraksi-atraksi wisata terhebat di Pulau Dewata.
OK, kita mulai saja perjalanan kita.
Hari Pertama
Tari Barong di Batubulan
Berawal dari mejmeput tamu saya di sebuah hotel bintang lima di Kuta sekitar jam 9 pagi, kami memulai perjalanan di hari pertama untuk mengujungi pertunjukan tari barong di daerah Batubulan, berada di antara perbatasan Kota Denpasar dan Kabupaten Gainyar.
Tari barong sebenarnya merupakan tarian yang disakralkan oleh masyarakat Hindu Bali. Tari barong merupakan salah satu tari “Bebalian”, yaitu tari pelengkap upacara keagamaan Hindu di Bali. Sedangkan tari yang memang dikhususkan sebagai sarana hiburan disebut dengan tari “Bebalihan atau Bali-balihan”.
Tari barong mengisahkan peperangan yang terjadi antara barong melawan rangda. Barong merupakan simbol dari kebaikan sedangkan Rangda merupakan simbol dari kejahatan. Secara simbolik tarian ini menggambarkan peperangan antara kebenaran/kebaikan melawan kejahatan, dimana akhirnya pihak kebaikan yang menang.
Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.
Untuk menarikannya Barong ini diusung oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk / Juru Bapang, satu penari di bagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat dan ekornya. Tari Barong Keket ini melukiskan tentang pertarungan kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma) yang merupakan paduan yang selalu berlawanan (rwa bhineda). Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.
Sementara, saya tidak akan utarakan urutan tariannya di sini, karena terlalu panjang. Lain waktu akan saya bahas mengenai runtutan dari tari barong ini.
Batik Artshop
Perjalanan berlanjut mengunjungi artshop batik juga masih di daerah Batubulan. Di sini kita melihat bagaimana proses pembuatan batik, dari mulai menenun kain, melukis pola batik, menggambar batik dengan tinta khusus, sampai proses penyelesaian akhir hingga menghasilkan kain batik dengan beraneka corak dan warna. Juga dapat membeli beraneka ragam pakaian dan aksesoris berbahan dasar batik di sini.
Kerajinan Emas & Perak Celuk
Dari kerajinan batik perjalanan kami berlanjut untuk melihat kerajinan emas dan perak yang berada di daerah Celuk, cuma sekitar 10 menit ditempuh dari pusat kerajinan batik tadi. Seperti halnya kerajinan batik tadi, disini juga dapat dijumpai bagaimana proses peleburan perak menjadi perhiasan yang memukau. Dan tentu belum lengkap jika belum membeli beberapa oleh-oleh sebagai kenang-kenangan disini.
Belum selesai….. lanjut besok ya!! Ngantuk neh…
Bercanda dengan Kera di Monkey Forest Ubud
May 5th, 2008 by wisatabali
Terletak diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Ubud,
Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil
yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak
bermain main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata
Ubud, Gianyar Bali.Selain sebagai habitat kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan Desa, dan juga terdapat sebuah pura di dalamnya. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya. Dan bila tepat waktu sesekali dapat menyaksikan lengkap dengan upacara di pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).
Satu hal penting yaitu tidak mengganggu habitat monyet dan kita harus menyadarinya sebagi tamu di sana. Dan harus tetap berjalan di jalan yang aman.. monyet monyet akan menjadi sangat agresif apabila kita memasuki dan mengganggu wilayah mereka. Jangan sekali kali pernah mengganggu monyet monyet di sana apapun alasannya. Jika anda ingin memberikan makanan lakukan dengan hati hati dan jangan sekali kali menariknya lagi. Kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan binatang di sana.
Daerah ini adalah daerah keramat dan terdapat peninggalan purbakala di dalamnya. Cobalah untuk meikmati keindahan dan keajaiban tempat ini dan di waktu yang sama kita juga tetap menjaga dan menghargai kehidupan di dalamnya.
Kawasan ini berada di jalan utama kota Ubud mengarah kearah selatan berada di kaki sebuah bukit, dihuni oleh sejumlah kera yang selalu menunggu makanan yang akan diberikan pengunjung, kera-kera ini kadang-kadang marah jika pengunjung tidak memberikan apa-apa kepada mereka. Hutan seluas 8 hektar ini adalah salah satu pusat penangkaran monyet di Bali. Jalan setapak di antara rimbunnya pepohonan dan suara alam menyertai perjalanan mengelilingi hutan kecil ini selama 30 menit. Selain segerombolan monyet lucu yang berjalan, bergelantungan dan bermain di sepanjang jalan setapak, Anda juga dapat mengunjungi Pura Dalem Agung dan Pura Permandian Suci dengan 3 konsep pura. Pertama adalah Utama Mandala, yaitu tempat permandian para dewa. Pura kedua adalah Madia Mandala, di mana terdapat sebuah kolam suci.
Dan yang ketiga adalah Nista Mandala sebagai tempat permandian untuk umum. Sekedar mengingatkan, monyet-monyet di sini hanya bersahabat bila tidak diganggu. Berhati-hatilah jika memberi makanan dan jangan memakai aksesori. Tempat ini dengan mudah dicapai dengan menyusuri Jalan Monkey Forest di Ubud atau cukup dengan berjalan kaki hanya sekitar 15 menit dari Jalan Raya Ubud,
Tarif masuk ke sanctuary ini adalah Rp. 10.000, untuk dewasa dan Rp. 5.000; untuk anak-anak.
Wisata Bali Utara
BALI UTARA
|
Buleleng yang terletak di Bali Utara
ini memang tidak setenar Kabupaten Badung yang mempunyai daerah wisata
Kuta maupun Tabanan yang mempunyai Tanah Lot. Meski tidak setenar
kabupaten lainnya dalam hal potensi wisata, Buleleng juga menyimpan
potensi besar. Letaknya yang dekat dengan laut dan bukit membuat wisata
pegunungan dan bahari dapat dinikmati di sini.
Air Terjun ini terletak di Desa Gitgit
Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan
menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air terjun yang berketinggian ± 35
meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di
lingkungan yang berhawa sejuk.Turun dengan jalan kaki setelah melewati
tempat Parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal yang diorganisir oleh desa
adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju wisata air
terjun yang indah ini. Disamping suara deburan air terjun dan kicauan
burung, hamparan sawah, perkebunan cengkeh dan kopi / begitu pula
tumbuhan bambu sepanjang jalan menuju air terjun menyuguhkan suasana
damai dan alami.
Tidak jauh dari kawasan Lovina, kita
akan melanjutkan perjalanan menuju tempat pemandian Banjar Hotspring
alias air panas Banjar.
Terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar ± 5 km sebelah barat dari Lovina dan ± 1 km sebelah barat Wihara Budha. Air Panas Banjar dikenal sebagai sebutan Hot Spring sudah tidak asing lagi bagi para praktisi pariwisata. Berbagai tamu dari mancanegara telah mengunjungi wisata alam ini. Air panas yang muncul dari perbukitan setempat dibuat bertingkat, ditingkat pertama terdiri dari beberapa pancoran dimana wisatawan dapta mandi air panas. Kolam kecil juga tersedia pada tingkatan ini. Pada tingkatan kedua kolam dibuat lebih besar.
Di musim liburan, tempat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dan lokal ataupun masyarakat sekitarnya.
Terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar ± 5 km sebelah barat dari Lovina dan ± 1 km sebelah barat Wihara Budha. Air Panas Banjar dikenal sebagai sebutan Hot Spring sudah tidak asing lagi bagi para praktisi pariwisata. Berbagai tamu dari mancanegara telah mengunjungi wisata alam ini. Air panas yang muncul dari perbukitan setempat dibuat bertingkat, ditingkat pertama terdiri dari beberapa pancoran dimana wisatawan dapta mandi air panas. Kolam kecil juga tersedia pada tingkatan ini. Pada tingkatan kedua kolam dibuat lebih besar.
Di musim liburan, tempat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dan lokal ataupun masyarakat sekitarnya.
Lovina atau sering juga disebut Pantai
Lovina merupakan salah satu kawasan wisata laut yang terdapat di bagian
utara Pulau Bali. Pantai yang terletak di Lovina di daerah Bali Utara
ini memang menarik karena masih relatif alami. Salah satu keunikan di
pantai ini adalah Anda bisa menyaksikan aksi lumba-lumba liar yang
terdapat di laut. Anda ingin tahu lebih banyak tentang Pantai Lovina….
BUKAKAK DI DESA GIRI MAS

Upacara Bukakak adalah upacara yang bermakna permohon kepada Sang Pencipta dalam perwujudan Dewi Kesuburan untuk diberikan kesuburan bagi tanah pertanian yang diolah, dan juga berharap akan mendapatkan hasil panen yang baik dan melimpah ruah.
Kata bukakak sendiri mengandung pengertian babi guling yang hanya matang pada bagian dada saja. Upacara Ngusaba Bukakak ini dilakukan di desa adat dan tidak ada di tempat lain. Adapun desa adat tersebut adalah Desa Adat Sangsit Dangin Yeh yang terletak di kecamatan Sawan, Buleleng kira kira lebih kurang 8 km dari sebelah timur kota Singaraja Bali.
Masyarakat desa ini adalah masyarakat agraris yang masih dengan setia memegang teguh adat istiadat dan kepercayaaan secara turun temurun yang diwariskan leluhur mereka, dan Salah satu warisan yang selalu dijaga, dipelihara dan dilakukan oleh masyarakat desa tersebut adalah ritual Upacara Bukakak
Upacara Bukakak sudah dilakukan sejak zaman dahulu dan masih terperihara hinggga sekarang, pada mulanya upacara ini dilakukan 1 tahun sekali, namun karena terkendala faktor biaya yang tidak sedikit, akhirnya upacara ini dilakukan setiap 2 tahun sekali.
Kegiatan upacara ini sudah menjadi acara tetap di desa tersebut dan diselenggarakan oleh Subak, upacara ini berlangsung pada bulan April atau bulan punama sasih kedasa menurut kalender Jawa Bali.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar